Referensi Penangkaran Dan Perawatan Burung Berkicau

Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Jalak Suren

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Jalak Suren yang perlu diketahui agar memperoleh kondisi burung yang tetap sehat dan terhindar dari sakit. Tentunya tidak akan pernah menginginkan bila secara mendadak burung jalak suren yang ditangkarkan, salah satunya atau mungkin beberapa diantaranya terjangkiti penyakit karena perawatan yang kurang maksimal. Meskipun sebenarnya perawatan harian burung jalak suren tidak ribet, seperti merawat burung jenis lain yang ditangkarkan.


Tak ada salahnya jika mengetahui beberapa penyakit yang sering menyerang jalak suren, gejala, pencegahan dan pengobatan, yang antara lain :

1. Berak Darah.
Gejala :
Jalak suren akan kelihatan lesu, bulunya kusut, sayapnya menjuntai ke bawah, dan matanya tertutup, mengalami mencret, tinjanya encer, dan bila sudah parah maka tinjanya berwarna kemerahan karena darah, tidak mau bertengger dan hanya duduk-duduk di lantai sangkar.

Pencegahan:
a. Bila burung mengalami penyakit ini, jauhkanlah burung yang sehat dari burung yang sakit. Tujuannya agar burung yang sehat tidak tertular melalui kotorannya.
b. Bersihkan pula sangkar dari kotoran yang menumpuk dan sisa pakan yang basi. Jagalah kesehatan burung agar tidak terganggu pencernaannya karena penyakit ini menyerang usus sehingga menyebabkan peradangan, luka, dan mengeluarkan darah.
c.Bila menghadapi keadaan seperti ini, pisahkanlah burung yang sakit dan masukkan ke dalam sangkar karantina.

Pengobatan :
Kurangilah porsi makannya agar ada kesempatan untuk menyembuhkan usus yang terluka, dan berikanlah pakan yang halus. Berikan pula Coxilin atau Sulfaquinoxilin dan tambahkan vitamin ke dalamnya, bahkan dapat memberikan kapsul Terafit yang dimasukkan ke dalam mulutnya.

2. Gangguan Pencernaan.
Gejala :
Gangguan pencernaan pada jalak suren sangat mirip dengan gejala-gejala berak darah, ditambah dengan gerakan berjingkat-jingkat sewaktu buang kotoran. Ada tiga kemungkinan pada gangguan pencernaan ini, mungkin berak darah, berak kapur, atau susah buang kotoran.

Pencegahan :
Bila jalak suren menderita gangguan pencernaan, jagalah kebersihan kandang, berikanlah air minum yang bersih dan setiap hari diganti dengan yang baru. Hindarkan burung dari makanan yang dapat merusak pencernaannya, misalnya kaki serangga, sayap serangga.

3. Gangguan Pernafasan.
Jalak suren yang dipelihara dalam kandang penangkaran sangat rentan dengan perubahan cuaca lingkungan sekitarnya. Cuaca yang tiba-tiba berubah secara drastis dapat menyebabkan burung jalak suren Anda mudah terserang penyakit pada bagian pernafasannya.

Kondisi kandang penangkaran yang kotor, serta bau karena kotoran burung yang jarang dibersihkan dapat menjadi penyebab jalak suren terserang penyakit gangguan pernafasannya. Gejala awal burung jalak suren mengalami gangguan pernafasan antara lain burung malas berkicau, nafasnya terdengar bunyi, burung megap-megap, burung tidak lincah, nafsu makan menurun. Gejala lainnya adalah pada saat tidak berkicau ekornya terlihat bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya yang semakin hari semakin cepat dan menyebabkan kematian jika tidak segera ditanggulangi.

Pencegahan:
Untuk burung yang terkena penyakit gangguan pernafasan jangan dijemur dulu, dan burung yang sakit dapat diberikan kapsul terafit yang dicampurkan dengan air minumnya.

4. Penyakit Cacingan.
Penyebab cacingan pada jalak suren adalah cacing yang hidup dalam usus burung sebagai parasit yang menghisap sari-sari makanan. Penularan cacing ini dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang tercemar atau mengandung telur cacing dan diminum oleh burung. Penularan dapat juga terjadi melalui kotoran dari burung yang menderita cacingan. Gejala-gejala burung yang menderita cacingan adalah kotorannya encer (mencret) bercampur lendir, kondisi burung lemah, malas berkicau, nafsu makan menurun, badan kurus, dan muka pucat.

Pencegahan :
Menjaga kebersihan sangkar/kandang dari segala macam kotoran yang tercemar telur cacing dan menghindari kerumunan lalat yang dapat menyebarkan bibit penyakit; pemberian pakan dan minum yang bersih dalam jumlah yang cukup dan mengandung nutrisi sesuai yang dibutuhkan oleh burung.

Pengobatan :
Dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing khusus burung, agar tidak mengalami stress setelah sembuh dari cacingan, burung tersebut dapat diberi obat anti stress.

5. Penyakit Masuk Angin.
Gejala :
Burung kelihatan lemah dan kurang bersemangat, lesu, bulu kusut dan mengembang, nafsu makan berkurang atau bahkan tidak makan sama sekali, dan biasanya diikuti dengan diare.

Pencegahan:
a. Usahakan suhu udara pada sore dan malam hari tidak terlalu dingin agar burung tidak terkena angin dingin secara langsung.
b. Perbaiki dan tingkatkan kondisi tubuh burung dengan perbaikan mutu pakan serta memberikan vitamin pada air minumnya.
c. Usahakan agar burung mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup.
d. Selalu sediakan air bersih untuk mandi dan airnya diganti secara rutin setiap hari.

Pengobatan untuk burung yang masuk angin bisa dilakukan dengan cara berikut ini:
a. Masukkan burung yang sakit ke dalam sangkar karantina.
b. Pasanglah lampu pemanas di dalam sangkar (suhu 32-34 °C atau sedikit di atas suhu burung rata-rata dalam kondisi sehat).
c. Berikan makanan yang mudah dicerna, seperti kroto segar.
d. Berikan obat antibiotika yang dapat menghangatkan tubuhnya.
e. Campurkan vitamin ke dalam air minumnya agar kondisinya segera pulih kembali.


6. Radang Mata.
Gejala :
Mata yang membengkak dan mengandung air sehingga melekat dan sukar dibuka. Burung akan tampak kurang bergairah dan bingung bila didekati.

Pencegahan :
Bila burung menderita radang mata, usahakan agar tidak banyak angin yang masuk ke dalam kandang. Asap yang masuk ke dalam kandang juga dapat menjadi penyebab, sebagaimana masuknya benda asing (pasir, serbuk, atau debu) ke dalam mata.

Pengobatan:
Periksalah keadaan mata burung, bila matanya bengkak atau infeksi, berikanlah salep mata. Tetapi bila tidak, cukuplah dengan mencuci matanya menggunakan obat pencuci mata atau obat tetes mata.
Usahakan agar burung Anda tidak mendapatkan banyak sinar matahari yang menyilaukan. Hindarkan pula ia dari pantulan benda seperti kaca, seng yang baru, warna putih tembok atau warna lain yang mencolok.

7. Susah Berak.
Gejala :
Biasanya ada kotoran yang tertahan sampai beberapa hari, dan akan tampak menderita karena sakit.

Pencegahan:
Masukkanlah air sabun ke dalam duburnya melalui alat suntik yang sudah diambil jarumnya. Air sabun akan memudahkan dan melancarkan saat burung akan buang kotoran atau berak. Berikan pula makanan yang mudah dicerna seperti kroto segar, serta taburkan batuan kecil dan kerikil batu apung untuk membantu proses pencernaan jalak suren.

Tentunya yang diuraikan ini adalah beberapa penyakit yang secara umum sering menjangkiti burung jalak suren, meski demikian masih ada berbagai penyakit yang dapat menyerang, walaupun hal itu jarang terjadi. Namun demikian, akan lebih baik bila kita waspada dengan melakukan perawatan yang maksimal dengan memberikan pakan yang baik dan menjaga kebersihan kandang.

Baca artikel ini juga : Burung jalak suren

Demikian artikel Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Jalak Suren, Semoga bermanfaat.....