Advertisement



Perawatan Burung Kenari Selama Mengerami

Perawatan burung kenari selama mengerami, waktu yang dibutuhkan untuk menetaskan telur-telurnya adalah selama 14 hari. Kapan Kenari betina bertelur?, sebaiknya kita membuat catatan tersendiri agar mudah dilakukan pengawasan, mencatat kapan kenarinya bertelur pada kalender, sehingga waktu telur menetas dapat diprediksikan. Jika pengeraman sudah melebihi waktu yang ditentukan berarti telur-telur tersebut tidak bisa menetas. Hal ini disebabkan oleh kedua indukan kenari yang tidak subur dalam proses pembuahannya atau karena faktor lain yang menyebabkan telur tersebut tidak menetas.

1. Menu Pakan yang Baik

Menu pakan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan induk yang sedang mengeram. Masa pengeraman adalah masa bagi betina yang sedang me-ngeram untuk tidak me-ninggalkan sarangnya. Pemberian menu pakan yang baik. Setelah bertelur tiga sampai empat butir, induk kenari harus diberi menu pakan yang baik, khususnya menu pakan yang diberikan harus memiliki kandungan gizi yang cukup bagi induk kenari.

Induk kenari yang sedang mengerami telurnya yang mengalami kekurangan pakan bergizi akan sering naik turun dari sangkar. Dengan demikian, telur yang dierami kemungkinan akan gagal menetas. Oleh karena itu induk betina yang sedang mengerami telur harus diberi makanan yang bergizi. Di samping itu, induk betina kenari yang sedang mengeram juga diberi makanan tambahan berupa sayuran, tepung roti dan telur puyuh rebus.

Pemberian pakan yang baik diharapkan tidak mengganggu betina untuk mengerami telurnya dengan sibuk naik-turun sarang untuk mencari makanan tambahan yang dibutuhkan sehingga telur sering di-tinggalkan untuk tidak dierami. Hal ini juga mempengaruhi proses penetasan, semakin sering telur ditinggal oleh induknya, angka penetasan telur semakin kecil.


2. Kebersihan Sangkar

Kebersihan sangkar perlu dijaga selama proses pengeraman. Pada saat ini masalah yang sering muncul adalah munculnya kutu burung yang disebabkan oleh kondisi sangkar yang kurang bersih, untuk menghindari hal tersebut maka sangkar harus selalu bersih dari segala macam kotoran dan kondisi sangkar diusahakan tetap kering. Sangkar yang lembab dapat menyebabkan timbulnya kutu burung. Membersihkan sangkar dilakukan pada pagi hari pada saat penggantian pakan atau air minum.
Kotoran burung juga harus selalu dibersihkan agar udara di sekitar burung selalu segar dan tidak me-nimbulkan bau yang dapat mengganggu betina untuk mengerami telurnya. Kotoran burung mengandung amoniak yang tinggi, jika tidak dibersihkan akan menimbulkan panas yang bersumber dari kotoran tersebut dan dapat mempengaruhi kesehatan dan telur kenari yang sedang dierami. Kenari betina akan sering keluar dari sarang untuk mencari udara segar. Hal ini akan menimbulkan gangguan pada saat pengeraman telur, bahkan akan menimbulkan kegagalan dalam penetasan telur tersebut.
Selain sangkar kenari harus bersih dari kotoran, sangkar juga harus bersih dari sisa makanan yang tercecer. Hal ini perlu dilakukan karena makanan yang tercecer di sangkar akan mengundang semut, dan semut akan mengganggu kenari betina yang sedang mengeram. Bahkan semut juga bisa mengeroyok betina tersebut sampai menimbulkan kematian. Sangkar harus selalu dijaga kebersihannya dari kotoran burung yang menempel pada sangkar. Karena kotoran yang menempel pada sangkar akan menimbulkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri dan dapat menyebabkan penyakit yang disebut bubulen.
Bubulen ini merupakan infeksi pada telapak kaki yang disebabkan oleh jamur dan virus sehingga terjadi penebalan pada telapak kaki. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan salep anti jamur atau minyak goreng.
Namun, kita perlu hati-hati jika mengobati dengan salep anti jamur, karena burung kenari akan merasa tidak nyaman saat kakinya diolesi dengan menggunakan salep sehingga burung kenari akan menggigit-gigit kakinya. Salep yang digigit akan masuk ke dalam perut kenari dan dapat mengganggu kesehatan kenari. Jadi sebaiknya kita memberikan salep pada kaki burung kenari yang terkena infeksi tadi dengan hati-hati dan setipis mungkin. Minyak goreng menjadi alternatif yang paling sederhana, mudah, dan murah. Caranya sama dengan menggunakan salep, yaitu dioleskan pada kaki yang terinfeksi dan membersihkan bubul tersebut dengan hati-hati sampai bersih, dan jangan sampai terjadi pendarahan.

3. Perlakuan Indukan

Kenari betina mengerami telurnya memerlukan beberapa perlakuan yang bisa membuat kenari betina tersebut merasa nyaman. Perlu diingat proses mengerami telur memakan waktu kurang lebih selama 2 minggu dan tentunya ada beberapa tips yang berhubungan dengan perlakuan indukan yang perlu diperhatikan antara lain:

a. Jangan memandikan burung pada saat burung menjalani pengeraman telur karena bulu yang basah akan mengakibatkan suhu telur menjadi dingin sehingga dapat menyebabkan kegagalan dalam penetasan;
b. Hendaknya tidak memberikan wadah atau tempat air minum dengan ukuran yang besar agar burung tidak mandi;
c. Jangan melakukan penjemuran pada saat burung menjalani proses pengeraman telur karena pada saat menjalani proses pengeraman telur burung akan cenderung makan dan minum lebih sedikit dibandingkan pada saat burung tidak mengerami telur, sehingga kalau dilaksanakan penjemuran tubuh burung akan banyak mengalami evaporasi (penguapan) sehingga dapat menimbulkan dehidrasi (kekeringan) yang berlebihan dan dapat menyebabkan kematian;
d. Hindarkan dari berbagai hewan pengganggu antara lain: semut, cicak, tikus, kucing dan ayam;
e. Letakkan kandang pada tempat yang aliran anginnya tidak terlalu kencang.

Baca Juga :Burung Kenari

Demikian perawatan burung kenari selama mengerami, semoga bermanfaat.......

ARTIKEL TERKAIT: